Gastronomi Jadi Jalan Diplomasi Mantan Presiden juga Wakil Presiden Indonesia

JAKARTA – Seni menyiapkan hidangan yang dimaksud lezat atau gastronomi banyak digunakan pemimpin negara, presiden, delegasi presiden maupun pejabat negara termasuk pada Indonesia sebagai cara efektif melakukan diplomasi budaya, urusan politik untuk Negara lain.
Hal itu terungkap ketika sharing pengalaman beberapa anak bahkan cucu mantan presiden di acara talkshow yang dimaksud diselenggarakan Indonesian Gastronomy Community (IGC) bertajuk “Menguak Gastronomi Istana Negara Republik Indonesia dari Masa ke Masa.”
Hadir di acara yang dimaksud keluarga Proklamator dan juga Presiden Republik Indonesia, yang tersebut membagikan cerita mengenai kebiasaan gastronomi mantan Presiden Indonesia selama menjabat di area Istana Negara. Kebiasaan gastronomi seringkali digunakan sebagai simbol diplomasi budaya maupun urusan politik Indonesia ketika menjalin hubungan bilateral terhadap Negara lain.
Baca Juga: Indonesia kemudian Gastronomi
Termasuk Gemala Rabi’ah Hatta, Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri, Nadia Habibie, kemudian Inayah Wulandari Wahid, yang dimaksud masing-masing adalah keturunan segera dari para Presiden Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri, cucu dari Presiden ke-1 RI, Soekarno mengungkapkan, Bung Karno mempunyai kesukaan terhadap makanan-makanan tradisional Indonesia.
“Kakek saya (Bung Karno) sangat menyukai sayur lodeh, tempe bosok, nasi, telur, kecap, juga buah-buahan seperti mangga dan juga sawo. Pecel juga menjadi salah satu makanan favoritnya, dengan bumbu yang digunakan harus diambil secara langsung dari Blitar,” ungkap Puti, Hari Sabtu (17/8/2024).
Bahkan pada Kongres Asia Afrika, Bung Karno terjun dengan segera untuk melakukan konfirmasi bahwa makanan yang digunakan disuguhkan tidaklah boleh ada yang mana kebarat-baratan. Harus ada cita rasa Jawa Barat serta buah-buahan asli Indonesia. Puti menambahkan Bung Karno sangat memperhatikan kedaulatan pangan Indonesia.
“Cita-cita Bung Karno adalah Indonesia memiliki kedaulatan pangan dengan berbagai macam jenis pangan yang dimaksud kita miliki. Bung Karno berdiplomasi lewat jalur budaya, salah satunya melalui makanan khas Indonesia,” lanjut putri kandung Guntur Soekarnoputra.






