Hadiri IISF, Bos Veedam Group Dukung Pembangunan Keberlanjutan Indonesia

JAKARTA – ketua eksekutif Millenial Veedam Group Syahdam Kusriyan Hakim kembali diundang untuk mengunjungi kegiatan Indonesia Internasional Sustainbility Wadah (IISF 2024) yang mana diselenggarakan di tempat Ibukota Convention Center.
IISF 2024 secara resmi dibuka di area Ibukota pada Kamis (5/9/2024), dengan peluncuran Presiden Joko Widodo lalu banyak tokoh penting dari di dan juga luar negeri. Diskusi itu menjadi turnamen penting bagi Indonesia untuk mempertegas perannya di tempat kancah internasional di isu keberlanjutan.
Sementara Syahdam, bisa saja berpartisipasi di acara forum internasional yang dimaksud lantaran diundang dengan segera oleh KADIN Indonesia. Sebagaimana diketahui bahwa selama ini perusahaannya terdaftar sebagai anggota KADIN.
“Saya hadir di acara IISF 2024, oleh sebab itu situasinya sangat penting untuk kemajuan Indonesia kedepannya. Kamisangat terbuka untuk berkolaborasi dengan BUMN juga memperkuat kegiatan pemerintah demi kemajuan Indonesia. perusahaan saya Veedam Group harus terlibat andil di pengerjaan perekonomian negara,” kata beliau untuk awak media di area Jakarta, Hari Sabtu (07/09/2024).
Baca Juga: ketua eksekutif Veedam Group Syahdam Kusriyan Hakim Dilantik Jadi Pengurus Pusat IAPPI
“Sebanyak 11.000 partisipan dari 53 negara tercatat hadir di Indonesia International Sustainability Wadah (IISF) 2024, termasuk delegasi dari negara tetangga seperti Tanah Melayu juga Singapura. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu, yang belaka dihadiri sekitar 2.500 partisipan dari 40 negara,” imbuhnya.
Oleh dikarenakan itu, melalui acara forum IISF 2024 ini bisa saja menimbulkan perkembangan kegiatan ekonomi Indonesia terus naik. Dia yakin dengan semangat kolaborasi antar entrepreneur baik lokal maupun internasional, dapat meninggikan kemajuan negara Indonesia.
Baca Juga: Luhut Mau Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Global Seperti Davos
“Saya berharap IISF 2024 menjadi langkah bagi masa depan berkelanjutan bagi indonesia. Tentu semua ini tujuannya agar publik lebih besar sejahtera kemudian menikmati hasil kekayaan alamnya ketika dikelola dengan baik.” pungkasnya.




