Trump Umumkan Tarif Impor, Bursa Asia Gonjang-Ganjing

JAKARTA – Presiden Donald Trump pada hari Rabu (2/4) menetapkan tarif impor resiprokal alias tarif timbal balik Negeri Paman Sam yang dimaksud akan dihadapi lebih tinggi dari 180 negara dan juga teritori, termasuk anggota Uni Eropa, berdasarkan kebijakan perdagangan barunya yang menyeluruh. Namun, tarif timbal balik tersebut, bukan juga merta menjadi satu-satunya tarif Negeri Paman Sam yang mana akan dihadapi negara-negara ini.
Trump kemudian Gedung Putih membagikan rangkaian bagan di dalam media sosial yang mana merinci tarif yang menurut merek dikenakan negara lain terhadap AS. Tarif yang tersebut dimaksud yang disebutkan mencakup “Manipulasi Mata Uang lalu Hambatan Perdagangan” negara-negara tersebut. Kolom di area sebelahnya menunjukkan tarif baru Amerika Serikat terhadap setiap negara, juga Uni Eropa.
Tarif tersebut, pada sejumlah kasus, kira-kira setengah dari tarif yang dimaksud diklaim oleh pemerintahan Trump telah lama “dibebankan” masing-masing negara untuk AS. Gedung Putih mengungkapkan untuk Eamon Javers dari CNBC bahwa tarif timbal balik baru terhadapChina akan ditambahkan ke tarif yang dimaksud ada sebesar 20%, yang dimaksud berarti tarif sebenarnya terhadap Beijing berdasarkan ketentuan Trump ini adalah 54%.
Trump menyatakan rencananya akan menetapkan tarif dasar 10% secara menyeluruh. Namun, seperti yang tersebut dijelaskan pada diagramnya, berbagai negara akan menghadapi tarif yang tersebut sangat lebih tinggi tinggi.
“Kami akan mengenakan biaya untuk merek sekitar setengah dari tarif yang mereka itu tetapkan dan juga telah dilakukan merek kenakan untuk kami,” kata Trump di sebuah pengumuman di area Rose Garden di dalam Gedung Putih seperti dilansir CNBC, Kamis (3/4/2025). “Jadi, tarif yang dimaksud tidaklah akan menjadi tarif timbal balik penuh,” katanya.
Pasar Asia segera bereaksi pasca turunnya pengumuman resmi perihal tarif resiprokal tersebut. Angka acuan Nikkei 225 Negeri Sakura dengan segera turun 3,02%, setelahnya sempat ambles lebih lanjut dari 4% pada pembukaan, sementara indeks Topix yang tersebut lebih tinggi luas turun 3,19%, juga setelahnya turun lebih tinggi dari 4%.
Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 1,57%, setelahnya sebelumnya merosot lebih lanjut dari 3% pada pembukaan, sementara Kosdaq berkapitalisasi kecil turun 0,55%. Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong berada pada 23.094, menunjukkan pengaktifan yang lebih banyak lemah dibandingkan dengan penutupan HSI pada hari Rabu sebesar 23.202,53.
Di bagian lain, nilai tukar emas mencapai rekor tertinggi dan juga diperdagangkan pada USD3.156,75 per ons pada pukul 7.28 pagi waktu Singapura, pasca penanam modal berbondong-bondong membeli logam mulia tersebut. Seperti diketahui, emas kerap diburu penanam modal jikalau kondisi bursa dinilai sangat berisiko.
Sementara itu, beberapa orang pemimpin negara juga sudah pernah bereaksi berhadapan dengan tarif yang tersebut diberitahukan Washington tersebut.Pejabat Presiden Korea Selatan Han Duck-soo pada hari Kamis memerintahkan langkah-langkah dukungan darurat untuk bidang dan juga bidang usaha yang mana akan terkena dampak tarif besar-besaran Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menurut sebuah pernyataan dari Kementerian Perdagangan, Industri, dan juga Energi.
Han mendesak kementerian untuk menganalisis secara saksama rincian dan juga dampak tarif timbal balik Negeri Paman Sam juga secara terlibat bernegosiasi dengan Washington untuk meminimalkan dampak tarif.
Secara terpisah, Pertama Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan terhadap wartawan di sebuah konferensi pers bahwa kebijakan Trump “bukan tindakan seseorang teman,” seraya mengesampingkan kemungkinan menanggapi dengan pungutan timbal balik terhadap AS.





