Respons Pidato Nota Keuangan Jokowi, Rupiah Perkasa ke Level Rp15.693

JAKARTA – Skor tukar (kurs) rupiah pada perdagangan hari ini ditutup menguat 6,5 poin atau 0,04 persen ke level Rp15.693 pasca sebelumnya dalam Rp15.699 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat dibuka pada level Rp15.751 per dolar AS.
Pengamat pangsa uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar Negeri Paman Sam dipengaruhiDepartemen Perdagangan mengungkapkan pemasaran ritel naik 1,0% bulan lalu, melampaui perkiraan kenaikan 0,3%.
“Angka terpisah menunjukkan 227.000 orang Amerika mengajukan tunjangan pengangguran minggu lalu, lebih lanjut sedikit dari yang digunakan diharapkan 235.000, memicu optimisme baru seputar pertumbuhan kegiatan ekonomi AS,” tulis Ibrahim di risetnya, Hari Jumat (16/8/2024).
Dari sentimen domestik, Pasar merespon positif terhadap pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang mana memamerkan sederet capaian infrastruktur yang telah terjadi dijalankan selama 10 tahun mengawasi Indonesia pada Pidato Kenegaraan di tempat Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI, Hari Jumat (16/8/2024).
Negara sudah mampu mendirikan sebuah fondasi dan juga peradaban baru, dengan pembangunan Indonesia sentris yakni merancang dari pinggiran, dari desa, lalu dari tempat terluar. Selama 10 tahun kepemimpinannya, negara sudah pernah memulai pembangunan 366.000 kilometer jalan desa, dan juga 1,9 jt meter jembatan desa.
Selain itu, pemerintah di dalam bawah kepemimpinannya juga sudah pernah memulai pembangunan 2.700 kilometer jalan tol baru, 6.000 kilometer jalan nasional, 50 pelabuhan, kemudian bandara baru, dan juga 43 bendungan, juga 1,1 jt hektare jaringan irigasi baru.
Hasil dari pembangunan-pembangunan tersebut, menjadikan biaya logistik mengalami penurunan menjadi 14% pada 2023 yang digunakan sebelumnya 24%. Selain itu, daya saing Indonesia juga terkerek dari sebelumnya di tempat kedudukan 34 menjadi 27 dalam 2024.
Dan Indonesia mampu menguatkan persatuan lantaran akses tambahan merata lalu berkeadilan. Peringkat Indonesia itu bahkan mengalahkan Inggris yang berada di dalam peringkat 28, Negara Malaysia yang dimaksud berada dalam peringkat 34, Negeri Matahari Terbit yang tersebut di area bilangan bulat 38, Filipina pada nomor 52 serta Turki di tempat 53. Dikutip dari catatan IMD, peringkat daya saingnya didongkrak tinggi efisiensi usaha (14), efisiensi pemerintah (23), dan juga performa ekonomi (24).
Berdasarkan data diatas, mata uang rupiah untuk perdagangan berikutnya diprediksi bergerak fluktuatif, namun kembali ditutup menguat pada rentang Rp15.640 – Rp15.720 per dolar AS.




