Ada Dugaan Orang Dalam terkait Peretasan PDNS, Semuel Pangerapan: Semua Lagi Investigasi
Jakarta – Viral ke media sosial X, sebelumnya bernama Twitter, perihal unggahan yang mengumumkan dalang pada balik bocornya sistem keamanan Pusat Angka Nasional Sementara (PDNS) yang berujung serangan ransomware oleh Brain Cipher. Unggahan yang dimaksud diposting oleh akun @kafiradikalis di X mengumumkan ada “orang dalam” yang diduga menjadi penggerak sanggup diretasnya PDNS.
“Kami mendapatkan data telak nan luar biasa bahwa kebocoran PDN diduga kuat berasal dari pendatang pada sejak 11 Oktober 2022. Dialah saksi mahkota. Kok bisa?” begitu cuitan akun yang disebutkan yang disitir Tempo, Jumat, 5 Juli 2024. “Kok bisa jadi bocorin akses VPN dari PDN secara vulgar alias ringan dicari. Sengaja/reverse psychology/ditumbulain?”
Pemilik akun itu menduga pendatang di itu mengunggah sederet kode PDN melalui Scribd sehingga sanggup didownload siapapun secara gratis. Dokumen yang dipublikasikan ke internet sejak 2022 itu berisikan kode VPN PDNS. Padahal, apabila kode itu diketahui hacker, itu akan mempermudahnya melakukan peretasan.
Ketika ditelusuri Tempo di dalam laman Scribs, dokumen yang disebut mengunggah sederet kode PDNS itu sudah ada tiada lagi tersedia.
Merespons postingan yang merebak ini, Direktur Jenderal Aplikasi komputer juga Informatika (Aptika), Kementerian Komunikasi dan juga informatika (Kominfo), Semuel Abrijani Pangerapan, menjamin bahwa informasi sedang diinvestigasi oleh pasukan siber pemerintah.
“Pastinya lagi (investigasi) semua, yang digunakan bekerja semua bekerja, BSSN bekerja, Cybercrime bekerja, semua lagi investigasi,” kata Semuel pada konferensi pers dalam Kantor Kemenkominfo, Ibukota Indonesia Pusat, Kamis, 4 Juli 2024, yang digunakan dipantau melalui YouTube Kominfo.
Semuel tidaklah menjelaskan investigasi yang tersebut sedang dilaksanakan pemerintah. Dia mengundurkan dari jabatannya akibat mengkaji kebocoran PDNS itu akibat kelalaiannya selama bertugas. Dia tak bersedia menjelaskan perkembangan hasil investigasinya. Ya namanya investigasi, kok kamu tanya temuan,” ujar Semuel.
Artikel ini disadur dari Ada Dugaan Orang Dalam terkait Peretasan PDNS, Semuel Pangerapan: Semua Lagi Investigasi






