Aguan Cs Bangun Mall Duty Free pada IKN, Angka Investasinya Rp5 Trilyun

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) melakukan groundbreaking untuk Mall Duty Free Nusantara dalam Ibu Daerah Perkotaan Nusantara ( IKN ). Adapun total nilai pembangunan ekonomi proyek ini mencapai Rp5 triliun.
Proyek yang dimaksud milik Konsorsium Nusantara yang mana dipimpin oleh konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan melalui perusahaan Agung Sedayu Group (ASG) yang sebelumnya sudah ada lebih besar dahulu memulai pembangunan Hotel Swissotel Nusantara.
“Semoga dapat menggalakkan perkembangan ekosistem kota di area Nusantara dan juga menarik keramaian. Dengan begitu, Nusantara akan menjadi kota yang tersebut padat serta kita bisa jadi memacu perpindahan ASN sebanyak-banyaknya,” kata Presiden Jokowi di tempat IKN, hari terakhir pekan (13/9/2024).
Direktur Utama PT Kusuma Putra Alam, Ali Hanafia Lijaya di laporannya menjelaskan bahwa kompleks mixed-use ini dibangun dengan tujuan menarik minat, baik dari lokal maupun internasional. Diharapkan, proyek ini dapat meningkatkan perekonomian warga di area sekitar IKN dengan nilai penanaman modal sebesar Rp5 triliun.
“Semoga proyek Mall Duty Free Nusantara ini dapat menyongsong Nusantara Baru Indonesia Maju,” tambah Ali.
Lebih lanjut, Mall Duty Free Nusantara akan dikelola oleh ASRI, anak perusahaan Agung Sedayu Grup yang dimaksud dikenal dengan pengelolaan mall ternama pada Jakarta, seperti Mall of Indonesia, ASHTA District 8 SCBD, PIK Avenue, Grand Galaxy Park Bekasi, juga Hublife Taman Anggrek Residences.
Keberadaan Mall Duty Free Nusantara diharapkan dapat semakin meningkatkan kekuatan tempat IKN sebagai pusat modern serta terintegrasi di area masa depan.
Sekedar informasi tambahan, sebelumnya Konsorsium Nusantara yang digunakan terdiri dari Salim Group, Sinarmas, Pulauintan, Adaro Group, Barito Pacific, Mulia Group, Astra Group, Kawan Lama Group, kemudian Alfamart group, telah sempat merealisasikan penanaman modal ke IKN senilai Rp20 triliun. Konsorsium yang disebutkan berada dalam melakukan pembangunan untuk pendirian mall, hotel, serta kantor di dalam IKN.





