Lacak Serangan Ransomware dan juga Ragam Layanan Pelindung Informasi
Jakarta – Ransomware adalah salah satu jenis malware (malicious software atau perangkat lunak jahat) yang mana sangat berbahaya.
Malware ini dapat memblokir akses ke data atau sistem komputer dengan cara mengenkripsi atau mengunci dengan kata sandi file pada perangkat keras komputer.
Dengan begitu, pemilik komputer tidak ada dapat mengakses perangkat beserta seluruh data yang dimaksud tersimpan di dalam dalamnya. Selain mengunci, hacker dapat mencuri atau membocorkan informasi yang tersimpan pada di komputer. Jika kunci ingin dibuka, pelaku biasanya mengajukan permohonan orang yang terdampar untuk membayar uang tebusan. Berikut beberapa jenis serangan ransomware:
1. Scareware
Jenis ransomware yang digunakan umum ini menipu pengguna dengan menampilkan arahan peringatan tegas palsu yang tersebut mengklaim malware telah lama terungkap di dalam komputer korban. Serangan ini rutin disamarkan sebagai solusi antivirus yang digunakan menuntut pembayaran untuk menghapus malware yang digunakan sebenarnya bukan ada.
2. Screen lockers program
Program ini dirancang untuk mengunci komputer orang yang terluka lalu mengurangi dia mengakses file atau data apa pun. Sebuah instruksi biasanya ditampilkan yang tersebut berisi permintaan tebusan untuk membukanya.
3. Encrypting ransomware
Jenis ini juga disebut crypto-ransomware yang dimaksud mengenkripsi file orang yang terdampar juga memohonkan pembayaran sebagai ganti kunci dekripsi.
4. DDoS extortion
Ransomware ini mengancam akan meluncurkan serangan DDoS terhadap website web atau jaringan korban, kecuali pembayaran uang tebusan dipenuhi.
5. Mobile ransomware
Seperti namanya, serangan ini berusaha mencapai perangkat seperti smartphone serta tablet. Pelaku biasanya memohonkan pembayaran untuk membuka kunci perangkat atau mendekripsi data.
6. Doxware
Meskipun kurang umum, jenis ransomware ini mengancam untuk mempublikasikan informasi sensitif, eksplisit, atau rahasia dari komputer korban, kecuali uang tebusan dibayarkan.
7. Ransomware-as-a-service (RaaS)
Penjahat planet maya menawarkan acara ransomware terhadap peretas atau penyerang bola maya lain yang menggunakan kegiatan yang disebutkan untuk berusaha mencapai korban.
Rekomendasi Rangkaian Pelindung Data
1. Google Cloud
Keamanan penyimpanan dalam Google Cloud tentu tidak ada diperlukan diragukan lagi. Selama tambahan dari 20 tahun Google telah lama beroperasi dengan aman pada cloud, menggunakan rangkaian teknologi modern untuk menyediakan lingkungan yang mana lebih besar dapat dipertahankan sehingga dapat Google lindungi pada skala besar.
Ada lima pilar yang menjamin keamanan pencadangan pada Google Cloud dari serangan Malware:
- Identifikasi: Google akan mengidentifikasi sistem atau proses mana yang digunakan paling mungkin saja berubah menjadi sasaran serangan ransomware, kemudian apa dampak bisnisnya jikalau sistem tertentu tidak ada dapat dioperasikan. Hal ini akan membantu memprioritaskan lalu memfokuskan upaya untuk mengurus risiko.
- Melindungi: Google menciptakan pengamanan untuk melakukan konfirmasi penyampaian layanan penting kemudian serangkaian kegiatan bisnis untuk membatasi atau menahan dampak dari kemungkinan insiden atau serangan keamanan siber.
- Deteksi: Google menentukan cara berkelanjutan untuk memantau organisasi pengguna juga mengidentifikasi prospek kejadian atau insiden keamanan siber.
- Tanggapi: Penggunawan dapat mengaktifkan inisiatif respons insiden yang mana dapat membantu membendung dampak insiden keamanan.
- Pemulihan: Google mendirikan kegiatan ketahanan siber serta strategi cadangan untuk mempersiapkan cara memulihkan sistem inti atau aset yang tersebut terkena dampak insiden keamanan.
2. Dropbox
Dropbox adalah pesaing Google Clouds. Hal ini merupakan layanan penyedia data berbasis web yang mana dioperasikan oleh Dropbox, Inc. User dapat mengakses secara gratis namun dapat berlangganan jikalau ingin mendapatkan fasilitas lebih. Bila dibandingkan dengan layanan mirip lainnya, wadah ini menawarkan jumlah keseluruhan pengguna yang relatif besar, dengan pemakaian sistem operasi yang mana bervariasi, baik untuk perangkat mobile ataupun desktop.
Untuk mengamankan file pengguna, Dropbox didesain dengan pengamanan berlapis-lapis, disalurkan ke infrastruktur yang mana terukur lalu aman. Lapisan pemeliharaan ini mencakup:
- File Dropbox yang ditempatkan dienkripsi menggunakan Advanced Encryption Standard (AES) 256-bit
- Dropbox menggunakan Secure Sockets Layer (SSL)/Transport Layer Security (TLS) untuk melindungi data yang dimaksud ditransfer antar program Dropbox dengan server
- SSL/TSL menciptakan saluran yang digunakan aman juga dilindungi oleh enkripsi Advanced Encryption Standard (AES) 128-bitatau yang tersebut lebih lanjut tinggi.
- Aplikasi serta infrastruktur Dropbox secara rutin diuji kerentanan keamanannya, dan juga diperkuat untuk meningkatkan keamanan kemudian melindungi dari serangan.
- Verifikasi dua langkah tersedia untuk lapisan keamanan tambahan pada pada waktu masuk akun.
- Jika pengguna menggunakan verifikasi dua langkah, pengguna sanggup pilih untuk menerima kode keamanan melalui SMS atau dari perangkat lunak pengesahan.
- File rakyat semata-mata dapat dilihat oleh mereka itu yang mana miliki tautan ke file tersebut.
- Manajemen kode tingkat lanjut lalu enkripsi menyeluruh tersedia untuk memberikan lapisan keamanan tambahan.
3. Azure Backup
Microsoft juga menyediakan layanan penyimpanan cloud, Azure Backup yang digunakan tangguh terhadap serangan ransomware serta membantu mengalahkan teknik serangannya. Azure Backup menyediakan keamanan untuk lingkungan cadangan pengguna, baik ketika data sedang transit maupun ketika bukan aktif.
Berikut fitur-fitur keamanan Azure Backup;
- Dengan cadangan mesin virtual, pembuatan dan juga penyimpanan rekam jepret cadangan direalisasikan oleh Azure Fabric dalam mana tamu atau penyerang tiada memiliki keterlibatan selain mendiamkan beban kerja untuk cadangan aplikasi mobile yang tersebut konsisten.
- Dengan SQL dan juga SAP HANA, ekstensi cadangan mendapatkan akses sementara untuk menulis ke blob tertentu. Dengan cara ini, bahkan pada lingkungan yang mana disusupi, cadangan yang digunakan ada tidaklah dapat diubah atau dihapus oleh tamu.
- Azure Backup menyediakan kapabilitas pemantauan serta peringatan keras bawaan untuk menampilkan dan juga mengkonfigurasi tindakan untuk kejadian yang tersebut terkait dengan Azure Backup.
- Laporan Cadangan, berfungsi sebagai tujuan satu atap untuk melacak penggunaan, mengaudit cadangan kemudian pemulihan, kemudian mengidentifikasi tren utama pada tingkat granularitas yang digunakan berbeda.
- Menggunakan alat pemantauan juga pelaporan Azure Backup dapat mengingatkan pengguna tentang aktivitas yang digunakan tak sah, mencurigakan, atau berbahaya segera pasca hal yang dimaksud terjadi.
- Pemeriksaan sudah pernah ditambahkan untuk meyakinkan semata-mata pengguna yang mana valid yang digunakan dapat melakukan berubah-ubah operasi.
Artikel ini disadur dari Lacak Serangan Ransomware dan Ragam Layanan Pelindung Data





